Java Script
Thursday, February 15, 2018
Cukup
Tuesday, February 7, 2017
AKU BUTUH SENDIRI, MUNGKIN
Tuesday, December 29, 2015
Rea
Ini mungkin terlihat lebay. Tapi, kalian tak tau betapa si kuda besi tersebuy begitu berjasa dalam hidupku. Saat itu, kelas IX Aliyah, sebuah motor dengan KB 2798 AZ diberikan kepadaku untuk dipakai sekolah. Motor ini luar biasa, ia mampu bertahan dalam keadaan tersulit, apalagi saat melewati jalan Siak saat perkemahan yang sangat hancur, berlumpur dan licin. Dipakai untuk mengangkut puluhan siswa di bawah guyuran hujan dan petir. Motor yang berjasa untuk transportasi turun naik jalanan Mandor saat KKL, motor yang tahan banting, meski yg memakai mengggunakannya untuk racing dijalanan atau melewati jalan yang parah/rusak. Terima Kasih.
RIP Berby
Setelah Omen pergi beserta anak2nya. Sekarang saatnya Berby. Hari itu tiga hari aku begitu sibuk dengan kegiatan kampus. Sesekali terbesit hasrat ingin duduk sekedar melihat keadaan hamster mungil ini. Tapi apa daya, saat aku hendak memberi makan, berby tidak berada dikandangnya lagi. Saat bertanya pada Nyai, panggilan khusus buat emak tercinta ternyata, Berby sudah dikubur, dan saat ditemukan sudah membusuk.
Selamat istirahat Berby.
Thursday, December 24, 2015
Lapar
Udah lama sekali tidak ngisi ini blog. Syukur belum belumut atau di sarangi laba2. Hahha. Apa kabar "tulisan"? Takkah kau lihat banyak orang yang kau kenal kini telah menjajaki dunia menulis? Tidakkah kau lapar untuk ikut melahap kata2 alias berkarya? Sudah lama kau tidak makan sayang. Tidakkah semua karya mereka membuatmu kembali berselera? Ayolah. Jangan terlalu lama bersembunyi. Action action action. Nikmati dunia kata2mu. Beri manfaat lagi dan lagi. Good Luck Honey. Mwaaaaa :-)
Monday, April 6, 2015
Perbincangan Cangkir Kopi
Hari ini di hari kedua pemantapan lomba adk2. Mr marcell datang. Hr ini ia memberikan sesuatu yg lama aku rindukan. Pencerahan.
Dialah yg dulu mengjrkn byk hal. Meski hy sesaat tpi mr marcell dtg dn mmbgi byk pglmn.
"Semua yg kalian dpt di tmpt ini sdkt byk mngjrkn pglmn hidup, berorganisasi,mendidik, dsb."
"Teruslah bgun komunikasi"
Tuesday, March 31, 2015
Skripsi oh Skripsi
Skripsi oh skripsi kenape engkau belom jadi2?
Karena eh karena engkau tak buat aku.
Hadeh...
Monday, March 30, 2015
Ngentak My Heart
Ini istilah yg di cetuskan berby, teman seperjuanganku. Yah, ngeliat kelakuan ibunya Jaka buat aku kesal sampai ke ubun2. Di kasi solusi mlh pake solusi sendiri, nanti kalau bermasalah lah aku juga kan yg akan repot. Hadehhh.
#RIP
Mgkn inilah untk prtm kalinya sedih ditinggal mati Omen, si hamster peliharaan. Padahal tadi mlm Omen msh sempat bermanja ria di pangkuan. Selamat jln Omen. Muachhh...
Thursday, April 24, 2014
Surat yang Tak Akan Sampai
Monday, April 21, 2014
Pengharapan di Sudut Khatulistiwa
Thursday, April 3, 2014
Kontemplasi
Saturday, July 27, 2013
Monday, April 29, 2013
Mengapa Saya Harus Menulis?
Monday, September 10, 2012
Babak
Sunday, July 1, 2012
Belajar Arti Hari Kelulusan
Monday, April 30, 2012
BUKAN MENERTAWAKAN, TAPI TERTAWA BERSAMA
Saturday, March 17, 2012
Monday, February 13, 2012
CAPER (CERITA PERJALANAN) BUYA HAMKA SENAM PRAMUKA ANTAR PENGGALANG MTs/SMP SE-PONTIANAK
Pukul setengah tujuh pagi, kedua tim sudah melakukan perjalanan menuju arena lomba dengan mobil kebangsaan Buya Hamka “mobil buaya”. (Biarpun buaya, tapi sudah banyak para pemenang Buya Hamka dan piala yang diangkut dengan mobil ini lo. He-he. )
Kembali ke lomba senam.
Tim yang pertama yaitu tim B mendapat undian pertama. Sedangkan tim A mendapat giliran ke 12. Siapa yang tidak tegang jika sedang berlomba ? Begitu juga adik-adik yang berlomba kali ini. Sejak latihan ada dua hal yang pembina dan para asisten selalu ingatkan, power dan senyum. Masalah power tidak jadi masalah, tapi satu hal lainnya yang amat sangat sulit di laksanakan oleh adik-adik yang akan berlomba. Baik anggota tim A maupun B sama-sama punya masalah dengan yang namanya senyum ketika senam. Agar adik-adik terangsang untuk mau senyum, para asisten berinisiatif menempel selembar kertas yang bertuliskan kata “SENYUM ^_^” di depan adik-adik yang sedang latihan. Aneh ya? Padahal jika dalam keadaan normal, senyum adalah hal yang mudah. Tapi dalam keadaan lomba, melemparkan senyum adalah hal yang sangat sulit, sehingga harus orang lain yang mengingatkan untuk senyum. Bisa anda bayangkan, jika latihan saja untuk tersenyum susah, apalagi ketika dalam keadaan lomba, di tengah lapangan, fokus pada setiap gerakan dengan power yang maksimal, dan senyum yang tak boleh ketinggalan. Dari sebelum tampil, mereka selalu mendapat wangti “senyum dek, senyumnya jangan lupa.” Kemudian satu orang berkata lagi “senyumnya jangan lupa.”
Alhasil, ketika tampil mereka semua bisa senyum. Meski masih ada dua tiga kali suporter yang teriak “senyum.....!!!!!”. yah, cukuplah mesem-mesem. Walau ada yang senyumya terlihat sangat memaksa. Haduh, susah ya.
Kenapa sih harus senyum? Senyum – senyum sendiri bahaya lo!
Kenapa, kenapa harus senyum? Jawabannya simple, karena senam itu adalah kegiatan yang tergolong untuk have fun. Jadi kontras dong jikalau ekspresi ketika senam manyun atau sangar. Selain itu power juga adalah hal utama, senam kok loyo? Bukankah tujuan senam itu untuk membuat badan jadi bugar? So, mesti semangat, senyum, dan bertenaga!
DIMANAPUN,KAPANPUN, TETAP REMI.
Kalimat di atas cocok sekali buat pembina dan asistennya yang tak bosannya mengisi waktu luang dengan bermain kartu remi. Ya, biarkan sajalah. Kepala sudah penat mencari dana dan mempersiapkan segala sesuatunya, kini saatnya memanjakan diri dengan bermain remi. Lanjut bang!
ALHAMDULILLAH YA, JUARA
Jam menunjukkan jam empat lewat. Saatnya pengumuman. Dalam kegiatan kali ini, akan diambil 6 pemenang. Dari harapan 3 sampai juara 1. Syukur, Buya Hamka membawa dua tim dan dua-duannya menyabet juara, tim B juara 2 dan tim A juara 1. Horee!!!! Sudah dapat piala, dapat uang pembinaan pula. Makan2!he.
Sebelum kembali ke MTs, ritual harus dilakukan dulu. “Hadap serong kiri, grak!” jika sudah, mari turun untuk push Up. Peserta, pembina, suporter semua ikut naik turun sambil menghitung. Beginilah Buya Hamka. Filosofi bangun sama tinggi, turun sama rata , sakit sama rasa baik pembina maupun peserta ketika push up mengajarkan kita bahwa dibalik kemenangan ini ada kesulitan lain yang akan kita hadapi. Kemudian menumbuhkan rasa tidak cepat puas atas apa yang di raih. Karena perjuangan kita masih panjang.
KITA TIDAK PERNAH MENANG
Setelah sampai di MTs, adik-adik dibariskan di depan camp pramuka. lalu di berikan sedikit wejangan sebelum pulang. Dari beberapa yang menyampaikan nasehat dan informasi, penulis khususnya tertarik dengan pernyataan bang Jack, salah satu pembina sekaligus orang tua dari salah seorang pemenang. “Ketika kita berlomba, berpikirlah kita tidak pernah menang.” Kurang lebih begitu yang di sampaikannya. Singkat, namun memotivasi dan membekas. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang tidak pernah menang, diri ini akan terus maksimal dalam berbuat tanpa pernah membanggakan segala sesuatu yang telah diraih di masa sebelumnya.
MENCRET (MENDEKKAN CERITE)
Selamat kepada adik-adik yang telah mengharumkan nama Buya Hamka dan MTs 2. Terus ukir prestasi. Gambate!









